Jumat, Juli 15, 2011

Coba Lagi

Pagi ini aku nongkrong di indomaret. Seperti biasa, tujuannya ngopi, bengong, cari inspirasi, bengong lagi, ngopi. So, lebih banyak bengong n ngopi daripada mikir.

Sampe di indomaret, coffee machine yang biasa aku kunjungi tertempel stiker "habis". Wah, agenda ngopi jadi kacau. Mau aku rubah dari ngopi ke golf kayaknya ga mungkin deh, aku ga pernah golf kecuali di game.

Merujuk ke lemari es, ada banyak minuman warna warni. Tapi mataku tertuju pada sebuah botol green tea madu. Ada tulisannya rejeki nomplok. Aku pilih ini aja. Ga lupa ambil beberapa makanan ringan.

Sambil nangkring di gazebo yang sudah disediakan indomaret, aku buka makanan ringan dan mulai agenda berikutnya. Bengong.



































(Kalian nunggu apa? Kan agendanya sekarang bengong, jadi ya ga nulis apa-apa)

Ok, kita balik lagi. Sambil makan jajanan, aku baca botol yang ada tulisan rejeki nomplok.
1. Buka tutup botol
2. Lihat tulisan
3. Kirim tutup botol (kalo dapet hadiah).

Aku buka tutup botol. Didalamnya terdapat tulisan "Coba Lagi". Karena aku type orang yang taat (hoooeekk) ya aku coba lagi. Aku tutup botolnya trus aku buka lagi. Tulisannya sama. Coba lagi. Aku tutup dan buka lagi. Sama saja. Ga berubah tulisannya. Trus dapet rejekinya gimana ini? Udah aku coba berkali-kali tetep ga dapet rejeki.

Kesimpulan dari kegiatan pagi ini adalah bengong dapat mengurangi tingkat kecerdasan manusia. Apalagi jika berharap banyak pada sebuah undian berhadiah. So, keep thinking guys.. never waste your time with BENGONG. Bengong boleh saja asal ada perlunya; kata bang Haji..
Published with Blogger-droid v1.7.2

It just my fart.. let it go...!!!

Beberapa hari ini aku mengalami Insomnia. Tidur baru bisa terlaksana ketika matahari sudah mulai mengintp dari ufuk timur. Buat aku, insomnia identik dengan masuk angin karena badan lebih akrab dengan udara dingin di tengah malam.

Semalam, mungkin aku bisa menyebutnya puncak dari "Enter the Wind Disease". Perut sebah. Seperti penuh tapi kosong, mungkin ini juga yang dirasakan Bhiksu Tong; guru dari Sun Go Kong yang selalu berkata "Isi adalah Kosong". Pengen makan tapi perut terasa kenyang. Angka lingkar perut memuncak tajam.

Malam itu aku musti nganter temenku untuk pulang ngambil perbekalan di rumahnya. Temenku berencana akan pergi ke Surabaya. Interview katanya. Rencananya memang mau berangkat dari tempatku.

Sampai di rumahnya, aku dipersilahkan duduk di ruang tamu. Disambut beberapa biskuit dan air mineral gelas. Ayahnya menyambut. Kami duduk bersama di ruang tamu. Perbincangan seperti biasa. Tanya kabar dan lain sebagainya.

Pembicaraan kami terhenti. Ayahnya seperti mencium sesuatu yang janggal.

"Kok bau got ya?" kata beliau

"Masa sih om?"

"Iya, tapi dari mana ya?"

Jelas saja ayahnya heran. Rumah temenku ini punya got yang dalamnya ga lebih dari sejengkal. Itupun kering karena memang jarang dilalui air. Apalagi akhir-akhir ini hujan tak kunjung terdengar kabarnya.

"Apa mungkin ada yang sedang panggil sedot tinja ya?" beliau mulai berpikir aneh-aneh, but it 10.35 PM. Siapa yang manggil sedot tinja malam-malam begini?

Ok, dalam hati aku jawab, "Itu kentut saya om.. Maaf, pantat saya lagi ga bisa di rem".

Yang bikin aku ngerasa bersalah adalah beliau bersikukuh mencari sumber aroma ini. Dengan segala kekuatannya ia kerahkan seluruh indera penciumannya mencari sesuatu yang janggal tersebut.

"Cukup om, jangan kau rusak indera penciumanmu dengan aroma yang aku hasilkan dari pantat busukku.. It just my fart.. let it go...!!!" kataku dalam hati.

Sesampainya di rumah, aku ga bisa mengungkapkan aibku ke temenku ini. Masa iya aku tega menceritakan penderitaan ayahnya yang berjuang mengumpulkan informasi dari aroma yang diproduksi oleh perut kembungku.

Malam aku biarkan berlalu begitu saja. Hanya saja, malam itu adalah malam paling sibuk bagi pantatku. Dia lebih sibuk menghasilkan notofikasi bunyi dan bau ketimbang notifikasi dari sms, twitter ataupun facebook sekalipun. Sebelum tidur, yang kuingat hanya 1 doa. "God saves my nose".

Selasa, Juli 12, 2011

Jus Melon

Tadi malem aku menghabiskan malam yang panjang dengan berada di depan laptop. bukan dengan blogging, tapi dengan gambar 3D. Aku bantu temenku bikin gambar 3D untuk proyek skripsinya. Biar semangat, aku pasang winamp dengan volume speaker cukup tinggi.

Salah satu lagu yang sering aku dengar di tivi akhir-akhir ini adalah Jus Melon. Lagu ciptaan Putra mbah Surip dengan nada dan lirik sederhana ini cukup bikin rasa penasaranku muncul. Lagu Jus Melon hanya aku dengar melalui iklan RBT di sela-sela acara. Untuk mengobati rasa penasaran, aku googling aja trus download lagunya biar bisa aku pasang di winamp.

Proyek skripsi temanku ini tentang Islamic Center. kalau dari judulnya, bisa kita simpulkan bangunannya besar, megah, dan ada kubahnya; karena memang kubah adalah salah satu ciri dari bangunan Islam.

Sambil nunggu download lagu Jus Melon selesai, aku bergelut dengan visualisasi 3D Islamic Center milik temenku. Setiap detail aku kerjakan sebisa mungkin mirip dengan gambar 2D yang dia sodorkan padaku. Kenapa aku bilang sebisa mungkin? karena si pemilik gambar sendiri masih ga yakin dengan ukuran, notasi dan semua detail-detail kecil di gambarnya sendiri. Maklum, deadline lebih banyak berbicara daripada kreatifitas.

Download Jus Melon selesai. Bersiap untuk digemparkan oleh Jus Melon.

Juuuusss Meloooooonnnn.... I wanna buy...
Juuuusss Meloooooonnnn.... I wanna buy...
I Like.... You Like... I want drink Jus Melon.... Together...

Juuuusss Meloooooonnnn.... I wanna buy...
Juuuusss Meloooooonnnn.... I wanna buy...
I Like.... You Like... I want drink Jus Melon.... Together...

You happy.... I'm happy Jus melon...

You happy.... I'm happy Jus melon... Together....

Suasana reggae dengan nuansa pantai nan santai membuat deadline terasa longgar. Waktu berlalu tanpa terasa sudah jam 5 pagi. Gambar 3D yang aku buat sudah nyaris selesai sesuai dengan permintaan si pemilik gambar. Ada satu hal yang sedikit aneh. BANGUNANNYA BERWARNA HIJAU MELON. Kok bisaaa....!!!!???

Aku coba konfirmasi ke si pemilik gambar, dia cuma bilang; "Ijo-nya bener kok... Iya.. Ijo yang itu..!!"

"Beneran nih ijo-nya yang ini?" aku masih kurang yakin,

"Bener... kan Islamic Center. Islam kan identik dengan warna ijo.." balas si empunya gambar,

"Iya sih... tapi masa' ijo yang ini sih?? fresh banget... mirip.... mirip...."

"Mirip apa emangnya..??" tanya dia penasaran.

"JUS MELOOOONN.....!!!" serentak kita berdua jawab, baru sadar..

Mau aku rubah warnanya, dia bilang ga perlu. Dengan alasan waktu katanya.

Ternyata lagu yang membawa suasana apapun itu secara ga sadar juga mempengaruhi apa yang akan kita lakukan. Feel apa yang sedang menaungi kita, juga mungkin warna-warna apa yang sedang terkait dengan lagu tersebut. Lagu Jus melon contohnya. Bangunan Islamic Center tiba-tiba berubah menjadi bangunan bernuansa buah Melon. Mungkin kalo judul lagunya Tutti Frutti, bangunannya akan berpola polkadot warna-warni. Atau mungkin jika waktu itu aku dengerin lagu milik Jupe dengan judul Belah Duren, bentuk dan warnanya mungkin lain. Mungkin lebih indah.

Senin, Juli 11, 2011

master chef a la Bayu Bramantya

Semalem aku mencoba menjadi chef master. Beragam ide-ide brilian untuk menciptakan masakan baru berseliweran di kepala. Seperti acara yang dipandu chef Juna di salah satu tivi swasta itu mencoba membangkitkan kreatifitasku dalam hal kuliner.

Di acara tersebut diawali dengan tema, lalu belanja bahan dan memasak serta diakhiri dengan meng-garnish maha karya kita.

1. Tema.
Kali ini aku yang menentukan tema. Masakan kerajaan.

2. Bahan.
Karena aku bukan juru masak handal dan hanya berambisi setelah lihat master chef, akhirnya aku memutuskan untuk beli makanan jadi aja. Nasi Goreng. Kebetulan malem itu aku pengen nasi goreng.
Satu hal yang masih membuat aku bingung adalah bagaiman menghadirkan kesan kerajaan (Royal) pada nasi goreng. Berhubung aku sedang nonton tivi dan yang ada hanya iklan es krim magnum belgian chocolate dengan latar pelayanan bak kerajaan belgia, aku memutuskan untuk beli es magnum.

3. Memasak.
Karena semua bahan sudah masak, ya berarti tinggal mengkonsumsinya aja. Tangan kanan pegang sendok makan, tangan kiri magnum belgian chocolate.
Suapan pertama rasanya aneh. Tapi aku tidak putus asa. Suapan ke dua makin semrawut. Tapi itu mungkin halusinasi aja, sementara yang aku lihat di tivi gak kayak gini. Iklannya menggambarkan seseorang yang dilayani pelayan kerajaan. Belum sampai suapan yang ke tiga, magnum meleleh dan 3/4 bagiannya jatuh di nasi goreng. Ini semacam pertanda bahwa sepertinya memang harus begini cara makannya. Mix and eat.

4. Garnish.
Tampilan yang secara tidak sengaja tadi secara otomatis aku masukkan dalam kategori garnish. Magnum dengan cepat meleleh di nasi goreng yang masih panas. Semakin mirip saus pasta masakan eropa. Hasrat menghabisinya makin memuncak. Akhirnya aku hajar makanan kerajaan tersebut.

Aahhkkk...!!! Mayday..mayday... medic...medic... nasinya kacau. Sama sekali kacau. Semua yang telah ada di perut seperti mau keluar.

Ok, acara master chef yang aku gelar sendiri nampaknya gagal. Kacau. Ga ada pelayan kerajaan sama sekali seperti yang ditayangkan di iklan tivi. Nasi gorengnya juga jadi ruwet. Gak memungkinkan untuk dilanjutkan. Tapi perut musti di isi.

Muncul ide selanjutnya. Iklan mi instan yang punya kuah sangat kental. Chef dalam iklan tersebut bilang "man... it's gooood...!!" Sepertinya enak, hmm.. muncul kreatifitas dalam kepalaku. Bagaimana jika jadinya mi kari kuah cola.. hmmm... next master chef a la bayu.. don't miss it.
Published with Blogger-droid v1.7.2

LDR (Long Distance Relationship)

Pagi ini jam 2 dini hari, aku ga sengaja liat tivi. SCTV. Filmnya Kambing Jantan. Sebenernya filem ini udah pernah aku lihat sebelumnya. di bioskop. sambil nunggu mata perih sampe waktu tidur nanti, aku ikuti aja.

22 menit berlalu tiba saat adegan dimana Dika harus memutuskan untuk kuliah di Australia, tiba pula permasalahan dimana dia dan sang kekasih harus menjalankan LDR; Long Distance Relationship.

Permasalahan paling klasik dari LDR adalah biaya. seperti kata-kata terkenal, “Cinta Berat di Ongkos”.

Jadi inget waktu awal-awal aku jalanin LDR. Malang-Bontang.

Harusnya aku tau LDR bakal makan banyak biaya, sedangkan seorang Bayu hanya punya uang yang cukup buat beli colone murahan dan beli sebotol shampo buat dipake 3 bulan.

Tiap minggu aku selalu siapkan waktu untuk mengunjungi Bu Suryo, bukan untuk merangkai rindu dengan beliau, tapi dengan telepon di salah satu biliknya. Sekian puluh ribu lewat di setiap lembar printout wartel. and you know what, i did it for almost two years… TWO YEARS, just to know that LDR is not working on us, on me.

Guyonan jayus, cerita-cerita ga penting sama sekali bahkan sampai nilai IPK standart yang sebenernya dia gak pedulikan aku tumpahkan semua di balik bilik wartel.

No Social Network adalah salah satu pengganjal suksesnya LDR. jadi sekilas membayangkan bagaimana pada jaman Majapahit dulu, betapa beratnya perjuangan Maha Patih Gajahmada menyampaikan salam rindunya kepada si sexy Megan Fox. No email, No Facebook, No Twitter, No Myspace, juga No Google+.

Seiring berjalannya waktu, film Kambing Jantan berakhir juga. meskipun jam segini iklannya cuma 2 trailer sinetron tanpa ada iklan produk unilever atau iklan produk underwear yang dipake Aura Kasih. Satu hal yang bikin aku tergerak setelah liat film itu, taun depan aku mesti bisa ke Australia.

Sekian postingan perdana aku di beberapa bulan terakhir ini. thanks to Raditya Dika yang udah bikin film Kambing Jantan sekaligus menginspirasi diriku buat nulis lagi. dan Thanks buat SCTV yang cuma makan 2 iklan di setiap jeda komersilnya.

Jumat, Maret 26, 2010

BESODARYAMENIT

Pulang dari Jakarta, untungnya dapet tiket kereta api. Harga tiket Sriwijaya Air waktu itu masih melambung. jadi Gajayana menjadi salah satu alternatif tak terbantahkan. Kali ini pulang bareng besan dari keluarga yang meninggal. orangnya udah sepuh. denger-denger sih hobi banget ngobrol. aku disuruh duduk disebelahnya karena tanteku gak sanggup duduk di sebelahnya, gak bisa istirahat katanya. ok, aku iya-in aja. kan aku ada headset, jadi pura-pura aja dengerin mp3 sambil tidur dan pasti gak jadi ngobrol deh...

Kereta datang pukul 17.30. aku dan Izal udah sempet narsis di depan tulisan Gambir. gaya-gayaan poto sana poto sini. kita berdua lari pontang-panting pas kita kira kereta udah mau berangkat, eh..ternyata kita salah denger. waktu sampe di eskalator, eh kita ketemu sama papinya Dikung alias kambing yang berdurasi kurang dari dua jam (papi yang cuma di pilem aja, bukan papi sebenernya). mau manggil trus minta poto tapi kita lupa namanya siapa.

"Pak..pak... halo...Pak...!!! hoi..hoi...!!!" aku udah coba panggil-panggil tapi itu orang lagi sibuk ngobrol sama temennya yang sesama artis juga, tapi ngobrolnya pake bahasa jawa. mau manggil lagi tapi udah nyampe di jalur kereta. banyak orang. gak enak kalo poto-poto di depan banyak orang. akhirnya kita (aku dan izal mengurungkan niatnya buat poto-poto sama papinya Dikung itu).

Udah menggos-menggos di deket jalur satu, jalur keretanya kita. mamanya izal, ferdy, dan besannya sodara yang meninggal itu (aku lupa namanya, selanjutnya kita sebut dengan BESODARYAMENIT) masih nyantai duduk-duduk sambil menikmati angin sore di setasiun. BESODARYAMENIT malah menikmati secangkir kopi yang tadi dibikinnya sebelum berangkat ke setasiun.

Waktu perpisahan dengan Om tiba, kita musti berangkat. speaker stasiun udah tungting-tingtung tanda kereta mau berangkat. sambil melambaikan sarung tangan dan menangis haru ferdy masih belum rela berpisah dengan om. aku dan izal cuma ngikik aja. ferdy termasuk anak yang melow kalo urusan beginian. menang sepak bola waktu penyisihan nagis, berangkat study tour nangis, pulangnya juga nangis, mamanya arisan dia juga nangis. mamanya sampe puyeng dan mendelay rencananya ke tanah suci.

di dalam gerbong nomer 2, aku ditempatkan di sebelah BESODARYAMENIT. tanteku (mamanya izal n ferdy) udah nyerah duduk di samping pak kusir yang sedang mengendali kuda supaya baik jalannya, bukan, duduk di sebelah BESODARYAMENIT. kapok diajak ngobrol terus sampe ga bisa istirahat selama perjalanan. wajah tersenyum tapi hati menangis katanya. hahahahaha..

konon, hapenya BESODARYAMENIT waktu berangkat ke Jakarta itu ilang. jadi pas nyampe di Jakarta beliau dibelikan hape baru. kereta baru berjalan beberapa kilometer BESODARYAMENIT mulai ngajak ngobrol. oke.. aku anggap ini sebagai intro. ga papa lah.. toh cuma intro ini. nantinya aku pakai strategi yang udah aku rencanakan sebelumnya, yaitu pake headset dan pura-pura tidur.

Kereta berjalan lancar. tiba-tiba dari balik kursi muncul sabuk otomatis. sabuk pengaman. setelah menjeratku dengan kencang, kereta mulai ugal-ugalan. tapi asik. rel berubah dari lurus menjadi mlintir-mlintir. jadi berasa naik roller coaster. semua penumpang berteriak kegirangan. tapi ada yang gak beres. relnya ada polisi tidurnya. kereta berguncang.. ada suara histeris, ada juga suara minta tolong.

"Mas...Mas...!!!" suara itu seperti dekat sekali.
"Mas...Mas......!!!" suara itu muncul lagi. kali ini tubuhku berguncang dahsyat (halah...). mataku melek, ternyata aku sudah mimpi tadi.
"mas.. minta tolong ya mas..." ternyata itu BESODARYAMENIT bangunin aku minta tolong..
"Iya bu.. ada apa?" tanyaku kalem.
"Ini mas.. hape saya kan baru, jadi saya gak tau nyetel alarmnya. tolong setelin ya.."

MasyaAllah.. ternyata bangunin aku mau minta tolong setelin alarm. oke, ga papa. namanya nolongin orang tua pasti pahalanya gede. akhirnya aku toling BESODARYAMENIT. beliau minta ini itu termasuk minta atur ringtone untuk alarmnya itu.

setelah semua requestnya aku rasa sudah terlaksana, aku melanjutkan strategiku biar ga diajak ngobrol lagi. irit tenaga selama perjalanan menurutku perlu banget. aku pasang headset lagi dan lanjut tidur. kali ini aku coba tidur beneran, gak kayak tadi yang pura-pura tidur.

BESODARYAMENIT terus saja bercerita. karena aku merasa beliau sudah sepuh dan aku musti menghagrgai beliay, akhirnya dengan segala kelapangan dada aku lapangkan juga telinga. Beliau mulai bercerita dari masa kecil anaknya yang sekarang tinggal di jakarta, lalu kehebatan anaknya yang punya jejaring sosial dengan teman diatas 1000. oh, betapa hebatnya anak BESODARYAMENIT.

anyway, sebenernya waktu di Jakarta itu, aku n izal baru beberapa minggu nge-gaul dengan yang namanya fesbuk. Dalam beberapa minggu itu pulalah aku dan izal berlomba mendapatkan teman sebanyak-banyaknya. Aku klik aja add as a friend setiap ada account fesbuk. tua, muda, cantik, rupawan, buruk rupa, manusia, hewan, ataupun yang tak kasat mata aku add semua. yang penting dapet friend yang gila-gilaan jumlahnya.

Gaul. waktu itu aku ngerasa gaul banget kalo punya friend list mencapai ribuan. tanpa sadar aku merasa seperti pria yang tak punya harga diri mengumbar pertemanan kepada siapa saja yang sebenernya benar-benar asing buat aku.

Ok, balik lagi ke BESODARYAMENIT. Dalam hati aku pengen bilang, "Mbah, anak mbah itu beneran punya temen seribuan karena kenal atau karena spamming?" oh no... aku bukan orang yang sekejam itu, tapi beliau type orang yang kejam dengan merusak telingaku. Cerita itu tanpa henti dengan nada seperti penjual ikan asin yang manggil pelanggannya sejauh puluhan meter. cempreng, berisik, melengking.

Satu jam... dua jam... tiga jam masih aja belom berhenti. Ini nenek-nenek pake baterai apa sih... jangan-jangan sarapannya Energizer, makan siangnya Pertamax, dan makan malam bubur dari serbuk mesiu. aku ga sanggup lagi. mata sudah hampir copot setelah kereta melalui beberapa kota hingga nyaris mencapai Cirebon. Aku lihat kursi dimana tanteku dan anak-anaknya sudah terlelap. Sepertinya damai, dan sangat lelap.

Akhirnya aku coba untuk mengantukkan diri. harus..!! kalau ga, bisa-bisa BESORDAYAMENIT curhat habis seluruh kehidupannya bahkan hingga rencananya hidup di kehidupan nanti di alam sana.

sepuluh menit..

dua puluh menit...

empat puluh lima menit...

...... "mas, kalo mau lihat sms-sms yang masuk di hape ini gimana ya..??" BESODARYAMENIT menanyakan tentang hapenya yang baru lagi... oh noooo....!!!

Minggu, Desember 27, 2009

Olah Raga Pagi

Semaleman aku ngerjain tugas dengan deadline yang hampir tercapai. Memenuhi 500K chip Poker Zynga. Modal yang ada 100K dan dapet suntikan dana dari temen 100K lagi jadi total 200K.

Yep, tugas tersebut adalah RACE TO 500K with my best friend, Dr Malik yang juga keranjingan main Poker Zynga. Hahahahahaha.... Setan poker sudah berhasil aku bisikkan di telinganya.�

Aku bilang sih, Poker bukan judi, melainkan olah raga strategi seperti catur. Kartu bagus maupun jelek bukan ukuran kita bisa menang. Hanya siapa yang bisa menentukan kapan menaikkan taruhan, kapan berhenti atau kapan bertahan. Dan taruhanpun berupa chip maya yang (seharusnya) ga bisa diuangkan. Tapi ada banyak orang yang menjual belikan chip poker dengan harga tertentu. So, jangan pernah terpikirkan buat beli chip poker pakai uang, bisa-bisa ketagihan. Saranku, jadilah seperti temenku di FB bernama Sinichi Kudo. Dia belikan nasi goreng satu bungkus dan diberikan ke saudara sepupunya yang di Surabaya, maka imbalannya bisa 1M-5M chip poker. hehehehe... beli aja nasgor....!!!

Main poker dari jam 10 malem sampai jam 5.30 pagi rasanya campur aduk. Mulai dari mata pedes, pantat kram, punggung pegel, senang, haru, marah, juga putus asa. Bayangin, Race to 500K sudah hampir aku raih. sempat skorku menyentuh 480K di meja blind 5K/10K. Yang namanya garis finish kurang dikit bikin adrenalin mengalir deras sampe di hidung dan keluar berupa ingus. But, I don't Care...!!!


Makin lama chip bukan bertambah malah makin berkurang secara signifikan. yep, 200K dalam beberapa menit. Dan diakhiri di jam 5.30 pagi dengan skor yang tidak terlalu buruk dibanding teman-teman lain yang kurang beruntung. 6K, chip yang tertinggal di poket. Waaaarrrrggghhhhh....!!!! Rasanya pengen ngunyah bandar...!!!!

Target lewat begitu saja, kancuuuttt....!!! Daripada semakin emosi, aku keluar aja menghirup udara segar. Nafas mulai teratur sampai pada datangnya laron kesiangan di sekitar mukaku. Okeh... Ini laron malah bikin emosi. Aku ambil sandal jepit trus aku timpuk itu laron. Kalo sandal cuma sepasang berarti cuma bisa buat nimpuk dua laron aja. Dasar gambreng nih otak, lodingnya telat amat setelah aku ambil sendal berkali-kali baru connect.

Okeh, aku pake cara lain aja. Aku pilih gaya batminton. Aku smash kanan, smash kiri sambil loncat, backhand dan uppercut sambil diselingi beberapa jab. Tapi sayang, wasit melarang adanya uppercut dan jab di pertandingan LARON CUP.

Setelah skor terus bertambah dengan posisi 21-7, 21-5, 21-4. Yep, 3-0 dengan kemenangan Bayu Bramantya. Hohohohoho... aku lari-lari kecil mengelilingi lapangan sambil mengangkat raket (baca: sendal jepit swallow ukuran 11 warna putih hitam). Tiba-tiba salah seorang penonton mendekati lapangan dan berkata

"Mas...!!! Lagi bikin upacara apa?"

"Aaa...Anu..." sambil clingak-clinguk kikuk,

"Kok lari-lari pagi muter teras sambil angkat sendal jepit?" tanya penonton (baca: tetangga lewat) masih terheran-heran,

"Hehehehehe...." tetep aku ga bisa jawab apa-apa.

Penonton.. eh.. tetanggaku tersebut akhirnya pergi sambil melanjutkan olah raga paginya sendiri. LARON CUP Kancuuuutt.....!!! gara-gara olah raga ga jelas aku dikira kesurupan arwah suku terpendam... Lain kali aku pilih olah raga yang lebih berkelas aja... Olah raga balap sepertinya lebih keren dan macho, yep.. Olah raga balap kelereng...

Rabu, Desember 16, 2009

Malam Satu Suro

Malam Satu Suro. Kalian pernah denger istilah itu? mungkin ada beberapa dari kalian langsung teringat pada sebuah judul film horor Indonesia jaman tahun 80-90an. Diperankan oleh Suzana, salah seorang aktris horor ternama bumi pertiwi.

Ok, aku ga bahas tentang review film ini. tapi yang pasti bulan Suro atau lebih dikenal dengan sebutan bulan Muharram ini sudah dikenal sangat mistis oleh penduduk Jawa, terutama Jawa Tengah dan Jogjakarta. Malam Satu Suro dikenal lebih serem dari Malam Jumat Kliwon. Malam dimana para pemilik keris yang konon ada isinya, memandikannya dengan air kembang. Malam dimana acara-acara mistis di televisi semakin lebay dengan adegan-adegan melodrama sambil beradu tenaga. Uji nyali, berada di tempat-tempat mistis yang seharusnya biasa, jadi semakin serem gara-gara Malam Satu Suro.

Ok...Ok... aku juga ga bahas tentang realiti show yang makin lama makin minim nilai edukasinya ini. Tapi kali ini aku merencanakan untuk pergi ke Bromo bareng temen-temen. Maklum, kalo disambil kerja, jadwal libur juga jadi sangat berharga. bahkan hanya satu tanggal merah. asal bukan hari minggu aja.

Well.. Pembicaraan tak senonoh ini muncul ketika salah satu temenku aseli Sunda mau ikut pergi ke Bromo setelah melihat status FBku. Than, cekidot aja pembicaraan yang udah aku copy paste.

01:44 Prima
kpn qta naik k bromo ni,,??

01:44 Bayu
besok gw insyaollo berangkat malem cui..
ikut ta?

01:45 Prima
waduh koq mendadak sich bay?
knp ga weekend aja cuy??

01:46 Bayu
gw aja juga diajak...
gw mah kalo diajak begonoan langsung berangkat...

01:47 Prima
gw udh lama pisan ga pernah naik2 gunung..
k bromo costnya brp skrg bay per org?

01:48 Bayu
halah... naik spd motor aja ndiri2...
pake ongkos bensin aja cui...

01:49 Prima
motor gw gak sesuai ama medan offroad cuy..
k'lo ngebis enak gak sich?

01:49 Bayu
nah lo pikir motor gw lebih garang?
wah, ga enak cui...
duwit malah abis..
trus gag fleksibel di bromonya

01:50 Prima
oiaaa ta...???
enakan brkt pake motor ya cuy?
trus ntar dititipin ya?

01:51 Bayu
yoyoy...
ga lah...
naik mpe atas bias

01:51 Prima
lw renc brp hari dsana cuy..

01:51 Bayu
brkt kamis malem, jumat sore turun

01:52 Prima
semalam doank berarti..

01:52 Bayu
Yep

01:53 Prima
nggak ribet ya bayu dsana??

01:53 Bayu
ga usah dibikin ribet lah...
emang mau ngapain disana?
sbenernya tantangannya cuma satu kok pim...

01:54 Prima
paan tuh cuy??

01:55 Bayu
kita berangkat pas MALAM SATU SURO...!!!

01:55 Prima
en then knp? rame ya?

01:55 Bayu
rame barang goib men...!!!
malam satu suro itu memang bulannya begituan
selama sebulan kedepan

01:57 Prima
wah ini yg gw kgak sreg..

01:58 Bayu
pernah denger pilem horor judulnya MALAM SATU SURO...?
yg main Suzana tuh...

01:59 Prima
blum tuh pak..
sy lbh suka yg film2 horor yg modern bnyk susu dan pahanya...
hohohohoho….

01:59 Bayu
ghiyaaaaaaaa..!!!!

02:09 Prima
Hmmmm…
mistik pisan ya..

02:10 Bayu
lha memang bulannya mistik...
kalo lu ada keris, mandiin tuh tar malem pake kembang...

02:11 Prima
sayang keris pny gw gak bengkok2.. heheheeee..
udh dimandiin tiap hari..
wkwkwkwkk..
emg lw juga mau ritualan dsana bay?

02:12 Bayu
Klo gw sih gatau cui.. ada gay a aturan mandiin golok? Punya gw bukan keris cui,
tapi golok…
gyaaahahahahahaha…..


Akhirnya, setelah pembicaraan tak berpendidikan tersebut melalui fasilitas chat di facebook, Prima mengurungkan niatnya untuk ikut. Entah beneran ga ikut ato gak, yang jelas sampai postingan ini diterbitkan, Prima belum konfirmasi.

Sekian postingan kali ini dan saya mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH 1 MUHARRAM 1431 H. DAN SELAMAT BER-TAHUN BARU MUHARRAM...

NB: Pim... lo jadi ikut kaga? biar diitung kebutuhan motornya neehh...!!! buruan sms gw yak...!!!

Jumat, November 20, 2009

PLN oh PLN ...

Akhir-akhir ini sering sekali "diselenggarakan" kegiatan pemadaman bergilir. Kata Ary K Untung, "Program pemadaman listrik bergilir telah diganti dengan program penyalaan listrik bergilir". Yep... sudah kita rasakan semua dampak besarnya.

Dampak paling kita sesalkan adalah berpengaruhnya pemadaman listrik ini terhadap dunia usaha terutama pada mereka yang benar-benar menggunakan listrik sebagai penopang usaha mereka. Contohnya adalah pada usaha fotocopy, warnet, karaoke, dan lain sebagainya.

Menkokesra sudah menjanjikan akan menindak lanjuti pemadaman listrik bergilir tersebut dan berjanji "kegiatan" ini akan berakhir pada akhir Desember nanti. Kalaupun tidak bisa berakhir, akan diupayakan bagi para usahawan untuk diprioritaskan.

Hal ini juga terjadi pada suatu malam ketika adikku Faizal sedang melangsungkan kegiatan rutin malam harinya. Ngopi. Waktu itu, Sukarno Hatta Malang memang sedang ramai terutapa tempat ngopi pinggir jalan.

Kebetulan pada malam itu di salah satu sudut meja terdapat beberapa orang yang sedang men-TATOO dirinya. Mereka membawa alat tatoonya sendiri dan colokannya dititipkan ke penjual kopi.

beberapa pemuda tampak sedang asik menikmati "kesakitan" proses pentatooan. Gambar yang dibuat lumayan besar. ada yang di punggung ada juga yang di lengan. sekedar untuk identitas diri dang mengagumi karya seni dengan media kulitnya masing-masing.

Disaat gambar sedang selesai separuh, tiba-tiba listrik mati dan melumpuhkan seluruh kegiatan di sepanjang jalan Sukarno Hatta.

"JIIIAAAAAMMM##@**&%*&#!TTTT...!!!!! Teriak salah seorang pen-tatoo. Bor tinta yang tadinya mengukir kulit rekannya tersebut terpaksa berhenti akibat tidak teraliri listrik sama sekali. Mereka menggerutu dan memutuskan untuk menunggu sampai listrik nyala kembali untuk melanjutkan "garapan"nya.

10 menit, 20 menit, 30 menit sampai satu jam tidak ada tanda-tanda bahwa listrik akan nyala. bahkan bercangkir-cangkir kopi sudah mereka habiskan hingga perut semakin kembung. Akhirnya mereka putuskan untuk melanjutkan garapan tersebut esok hari.

Betapa malangnya si "korban" yang sedang ditatoo. gambarnya masih separuh. badan besar dan garang yang seharusnya seram karena ditunjang gambar-gambar dipunggungya berubah jadi lucu karena gambarnya tidak selesai.

PLN...oh....PLN..... sampai kapan kalian berhenti mengganggun segala aktifitas kami...

Jumat, Oktober 09, 2009

Tantangan Hidup Tak Pernah Surut, Hadapi...!!!

Seperti kata salah satu sponsor produk rokok, TANTANGAN HIDUP TAK PERNAH SURUT, HANYA ADA SATU CARA, HADAPI....!!! Kata-kata tersebut memang sangat tepat bagi semua orang di masa sekarang.

Sudah langganan jembatan Sukarno Hatta Malang jadi macet tiap jam 5 sore. Entah karena banyak orang-orang dari Brawijaya keluar melalui jalur tersebut. memang ini adalah semester baru, banyak juga mahasiswa baru yang masih mengenakan jas almamater yang keluar-masuk gerbang Brawijaya yang berdekatan dengan Jembatan Sukarno-Hatta (Suhat).

Sore ini seperti biasa aku melalui jalur tersebut. Padat merayap dengan asap kenalpot kendaraan yang lebih mirip kabut karbon. Mata pedes, kalo kelamaan badan juga jadi lemes ngisep banyak karbonmonoksida gratis.

Tiba-tiba teringat kata-kata sponsor tersebut. Tantangan Hidup Tak Pernah Surut, Cuma Ada Satu Cara, Hadapi....!!! Yep, aku harus hadapi kemacetan ini. gak boleh tinggal diam aja. Iklan berdurasi kurang lebih satu menit ini sarat dengan adegan akrobatik seorang pria dengan mengendarai motor jenis trial lompat sana lompat sini melalui berbagai rintangan termasuk kemacetan.

Hatiku tergerak, aku ga boleh terbengong gini aja diatas motorku sambil menunggu semua kendaraan berjalan. Ok, aku ambil tindakan segera. secara perlahan aku mengubah jalurku menuju ke arah kanan jalan mendekati trotoar. Semakin dekat dengan trotoar. dan pada akhirnya aku ambil ancang-ancang untuk menaiki trotoar. Motor aku gas sekenceng-kencengnya sambil kopling tetap aku tahan, daaaaaannnnn...... kopling aku lepas, motor dengan segera menuju trotoar setinggi 15-20 cm ini.

GUUBBRAAAAAKK.....!!!!! Motorku nyangkut di trotoar jembatan Suhat dengan kondisi ban belakang masih menyentuh tanah dan ban depan masih melayang. mesin nyangkut di pinggiran trotoar dan bikin mesinku makin bocor.

Aku baru nyadar kalo motorku bukan jenis trial melainkan motor bebeka dengan shock depan yang aku pendeki. kadang di polisi tidur aja nyangkut, apalagi ini di trotoar. Dengan wajah sok tenang tapi keringetan akhirnya aku angkat setang supaya ban depan bergeser ke aspal lagi. Kejadian ini sekaligus jadi hiburan sesaat bagi para pengendara yang lain yang sedang terjebak dalam kemacetan.

Tantangan Hidup Tak Pernah Surut, Hanya Ada Satu Cara, Hadapi...!!! yep, hadapi kenyataan bahwa kamu sedang terjebak macet....!!!!

Senin, Oktober 05, 2009

Laporan Tindakan Asusila

Beberapa hari yang lalu aku sempet nganter ibu dan nenek buat jalan-jalan ke mall. katanya sih biar nenek beranjak gaul. tapi ya intinya sambil nganter tante belanja buat keperluan bulanannya.

Tiba di sebuah mall yang untuk ukuran kota Malang sih udah gede, tapi mall ini cuma 3 lantai aja. Waktu itu berasa sempit banget saking banyaknya yang berkunjung. entah itu karena minggu-minggu awal masuk perkuliahan jadi banyak mahasiswa yang belanja pasca mendapat uang tunjangan hari raya dari ortu dan sanak saudara atau karena ini adalah semester ganjil yang notabene banyak sekali pendatang baru yang belajar hidup di kota baru tempatnya menuntut ilmu, jadi bisa dibilang adaptasi status gaul di kota yang baru saja didatanginya.

Secara gak sengaja aku sambil memperhatikan sekitar. banyak yang mungkin masih awam dengan kehidupan kota Malang yang memang seperti ini. Mungkin bagi sebagian orang yang bisa dibilang "BELAJAR BERADAPTASI" masih kaget untuk berada di situasi seperti ini.

Contohnya adalah ketika aku melihat ada papan "DILARANG BERSANDAR" menempel dengan jelas di pagar lantai dua menghadap void, tapi ternyata beberapa pria "YANG SEDANG BERADAPTASI" ini malah menutupinya dengan badannya yang disandarkan justru pada pagar tersebut. Banyak mobil yang menurunkan penumpang bukan pada jalur drop off tapi malah ketika mendekati gerbang bayar tiket yang justru membuat antrian semakin naudzubille. Banyak juga kendaraan roda dua yang seenaknya main selonong gak mau antri untuk masuk di gerbang tiket. dan banyak juga yang tertawa cekikikan melihat manekin yang dipajang di depan stan yang menjual pakaian meskipun sebenarnya aku gak tau maksud dan tujuannya menertawakan itu apa.

Dan sebenarnya ada salah satu hal lagi yang bikin aku semakin "TAKJUB" akan "PROSES PEMBELAJAN" mereka yang acakadul tersebut. beberapa anak begajulan yang mendekati toko boneka dengan sengaja "MENATA ULANG" beberapa boneka sehingga sedemikian rupa terlihat menarik. berikut foto yang sempat saya abadikan.

Bunga, bukan nama sebenarnya dari boneka tersebut merasa malu sekali dan mengaku tidak mau lagi diletakkan pada pinggir luar etalase. Atas kejadian tersebut, bunga mengaku sempat melaporkan tindak asusila ini kepada Dora; sahabat karibnya yang juga menjadi saksi mata atas tindakan tersebut. Dora pada waktu itu berada tepat di sebelah bunga, namun apa daya tanpa bantuan Peta, Dora tak mampu berbuat apa-apa selain pasrah melihat temannya dizolimi.

Antara Kebun Wortel dan Kejuaraan Catur

Hari ini tadi bisa dibilang pertama kalinya aku menginjakkan kaki ke kampus setelah libur lebaran. meskipun sebenarnya kampus sudah mulai aktif semenjak seminggu yang lalu, tapi aku menganggap kuliahku baru bisa dikatakan aktif minggu ini. kenapa? karena aku telat online KRS gara-gara pembatalan mata kuliah yang ga jadi kena Konversi.

Entah aku yang udah lama gak pernah lihat kampus atau memang banyak wajah-wajah baru yang masih segar buat aku. semua seperti belum pernah ku kenal. yang cowo masih pada rapih-rapih, yang cewe masih pada seger-seger.

Kalo dipikir-pikir, bener kata Arry Risaf Arrisandy, bahwa KAMPUS MEMANG SEPERTI KEBUN WORTEL. SANGAT BAIK UNTUK MATA. Mata yang tadinya surem ngelihat yang ga bagus sekarang disuguhi pemandangan yang indah dan segar. itung-itung refreshing. jadi makin sayang sama kampus aku. tapi kalo gini terus bakal kapan aku bisa lulusnyaaa...???

Ditambah lagi pagi tadi ada rombongan kontingen dari Jawa Timur yang mengadakan pertandingan catur di kampusku. mulai dari anak kecil sampai emak-emak dan bapak-bapak ada di Aula kampusku. Bis-bis antar kota antar propinsi juga pada parkir di lapangan parkir utama depan rektorat, so akhirnya rektorat kampusku yang segede upil jadi sangat sukses tertutup bis-bis berlabelkan KONTINGEN dari beberapa daerah di Jawa Timur. Meskipun begitu, peserta yang muda juga mendominasi kok. jadi ya bisa dibilang PENAMBAH WORTEL sebagai asupan vitamin A yang sangat baik untuk mata.

Hmmm... tapi kalo dipikir-pikir, pemain catur kenapa diwajibkan pakai sepatu olah raga sih? sepatunya banyak yang mirip sepatu tennis dan semacamnya. bukankah kalau main catur pakai sepatu biasa juga bisa? trus kenapa pertandingannya diselenggarakan pagi sampai siang hari? bukankah catur akan lebih nikmat diselenggarakan pada malam hari dan ditemani segelas kopi panas dan singkong rebus? lalu kenapa juga diselenggarakan di Aula? apakah catur di pos ronda sudah tidak nyaman lagi?

Well.. sekian dulu catatan kecil dari saya mengenai laporan kunjungan ke kampus hari ini, semoga besok juga jadi kunjungan pagi yang juga menyenangkan dan pastinya MENYEGARKAN.

Sabtu, Oktober 03, 2009

Laporan Kegiatan Malam Ini

Hassyaaaahhh.... semalem suntuk nyari-nyari layout multiply sambil edit css codenya akhirnya kelar juga. mau gimana lagi, layout yang lama kok begronnya hujan, gambar surem jadi males tiap kali menilik multiply sendiri.

Syukur alhamdulillah udah dapet layout yang cocok sekalian bisa diutak-atik dikit, jadi deh layout yang penuh warna. lumayan bisa ganti suasana biar ga surem terus nglihatnya. huehuehue....

Kalo diitung-itung dari tadi malem aku udah ganti 10 layout lebih tapi ga ada yang cocok. dari jam 12 malem sampe jam 5 pagi ini baru kelar. lumayan bikin perut laper bin mata pedes. untung aja ditemeni Bobby the Rats. jadi sambil gonta-ganti code CSS begitu denger klutak-klutik bunyi Bobby langsung aku timpuk pake sendal. jadi ga bosen manteng layar monitor terus.

Makasih ya Bob.. Jasamu memang tiada tara. kamu satu-satunya yang menemaniku semalam suntuk (meskipun roti Sari Roti-ku kamu embat juga). tapi ngomong-ngomong, kapan kamu pergi dari tempatku Bob? kardus-kardus udah pada jebol dan lagi kabel-kabel udah banyak yang putus gara-gara ulahmu itu.

Yawes lah, sekian dulu lapuran kegiatan malem ini. mengingat mata udah hampir copot, saya akhiri dulu sekian. Akhirul kalam, Wassalamualaikum Wr Wb..

NB: Sebelum baca postingan ini, aku mau bilang "Assalamualaikum Wr Wb.."
huhuhuhuhu...Lupa... (_ _#) V

Jumat, Oktober 02, 2009

sempet terlintas

Dasar kalo orang sudah berpikir aneh-aneh, memang susah dibendung. maksudnya berpikir aneh-aneh ini bukan berpikir jorok lho ya...!!!

Sore tadi aku sempat keluar sebentar. hawa batik sangat terasa di kota Malang tercinta. dan aku yakin pasti di seluruh kota di Indonesia pasti juga serentak memakai batik di hari Jumat ini. Perayaan memakai batik kali ini dalam rangka pengukuhan Batik sebagai milik bangsa Indonesia oleh UNESCO di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dengan ini Batik secara resmi tetap menjadi milik kita dan akan terus kita perjuangkan untuk tetap menjadi milik kita selamanya.

Ok, Batik sudah secara resmi milik kita, lalu bagaimana dengan ketupat, cendol dan rendang yang sudah mulai di cantumkan di website milik negara tetangga itu? mereka dengan sengaja mencantumkan kuliner milik kita dengan label kuliner milik leluhur mereka. Lalu apa tindakan kita? apakah perlu kita desak UNESCO kembali untuk mengukuhkan kuliner-kuliner tersebut sehingga secara resmi menjadi milik kita?

Sekarang mari kita coba berpikir sejenak, seandainya memang benar kalau perlu diadakan pengukuhan tersebut, seperti apakah perayaan tersebut? apakah pada hari H pengukuhan kita beramai-ramai makan ketupat dengan lauk dan kuah rendang serta minum es cendol?

Ok, mungkin itu terlihat masuk akal. Kita kembali ke batik. Hari ini tadi semua warga Indonesia mulai dari anak sekolah hingga pegawai swasta dan pegawai negeri serta para pejabat tinggi serentak memakai batik dalam pengukuhan batik sebagai warisan asli leluhur bangsa Indonesia. bagaimana dengan Reog Ponorogo? apakah kita nantinya pada hari pengukuhan Reog Ponoroga secara serentak dari anak sekolah hingga pegawai kantor dan pejabat tinggi negara memakai Reog? Apakah petugas bank akan melayani customernya dengan pakaian belang putih merah dan bertopeng Reog? apakah seluruh mahasiswa dan mahasiswi juga ke kampus dengan dandanan Reog?

Maaf, tapi ini hanya gurauan saja. ini hanya pikiran bodoh yang sempat terlintas dibenakku tadi. Aku sendiri secara pribadi sangat bersyukur atas pengukuhan Batik sebagai warisan budaya leluhur Bangsa Indonesia. Aku juga bersyukur dan berterimakasih kepada teman-teman dan saudara-saudara yang telah mendukung dengan mengenakan batik pada hari ini. jujur, saya juga pakai batik hari ini. dan saya berharap semoga warisan budaya kita yang lain segera dikukuhkan sebagai milik bangsa kita karena memang itu adalah milik kita. dan semoga ketika suatu saat jika memang ada pengukuhan Reog Ponorogo, perayaannya tidak sampai mengharuskan kita berkostum Reog Ponorogo, semoga ada cara lain.

Terima kasih atas perhatiannya, dan sebelum saya tutup tulisan ini, mari kita ucap syukur atas kembalinya Batik sebagai Milik Kita. BATIK untuk INDONESIAKU.

Rabu, September 30, 2009

Mudik ke Cepu (episode 2)




Ini bukan postingan lanjutan, melainkan mudik lanjutan.

Malem ini aku baru aja nyampe cepu, kota kelahiranku. Naik mobil istimewa ku duduk dimuka. Ku duduk samping pak sopir yang badannya muka semua. Si Hadi namanya. Badannya bulet lemak semua.. pengenku malah ku duduk di mukanya dia..

sedikit flashback tentang perjalanan kita malem ini.

Dari Malang rencanannya mau lewat jalan tol yang langsung nembus Gresik, jadi ga perlu masuk kota Surabaya. Tapi denger-denger ada jalur alternatif melalui Mojokerto yang katanya jalannya bagus dan sepi serta lebih cepet. aku dan Hadi sama-sama ga tau, jadi kita sepakat buat lewat Mojokerto sebagai pengalaman baru, sapa tahu memang jalur pilihan.

Mobil emang sengaja aku serahkan ke Hadi sebagai supirnya. itung-itung kasih pengalaman baru buat Hadi dalam hal menyetir antar kota. Mulai dari mainin kopling yang masih kasar, mobil jalannya ajrut-ajrutan, sampai bisa agak halus jalannya. well, ga papa deh.

Kita lewat Mojokerto. Jalannya memang seperti yang izal ceritain. Mulai dari yang lebar sampai jalannya selebar dua mobil dan makin sepi. Ok, aku masih pede aja lewatin jalan ini. Hadi mulai panik dan minta GPSnya dinyalain. aku bilang "Ga usah dinyalain dulu, kita belajar mengasah GPS manual kita."

Jalan makin lama makin sepi, bahkan sangat sepi dan masuk diantara perkampungan sampai akhirnya kita dihadapkan pada perempatan jalan tanpa penunjuk arah. akhirnya aku tanya ke salah satu orang yang ada di sana. beliau nunjukin arah dengan sangat yakin. dan beliau juga bilang kalau memang jalannya sesepi ini. ok deh, perjalanan tetep lanjut.

Belum sampai 15 menit, kita udah dihadapkan pada badai gelombang jalan raya. Gosh...!!! apa-apaan ini? kok jalannya banyak ombaknya, mana gede-gede lagi. Hadi aku suruh bawa mobilnya pelan-pelan aja. trus tiba-tiba ada suara berderit dari buritan mobil. mungkin kenalpot atau rear bumper terseret jalan karena saking dalemnya lobang. Akhirnya pelan aja ga cukup. kita bawa mobil dengan cara SUPER PELAN.

Hadi udah sangat panik. aku tahu itu. dia selalu tanya apakah aku yakin dengan jalan ini. aku selalu bilang ke dia..

"Yakin Had... Yakin banget...!!!" sambil membesarkan hatinya...

belum 1 menit hadi udah tanya lagi, "Yakin ini jalannya? kok kayak gini sih..??"
aku jawab,

"Yakin Had... kamu juga harus yakin....!!!"

tiga puluh detik kemudian hadi tanya lagi, "Yakin jalan yang diceritakan izal itu jalan ini?"

"Yakin Had.... Yakinlah...." sekali lagi aku menenangkan,
"Serius bay..??" Hadi makin ragu,
"Yakin Had.... Yakinlah.... Yakinlah bahwa TUHAN MASIH BERSAMA KITA...!!!"
DAN AKHIRNYA KITA TERIAK BERSAMA.... HUAAAA.......!!!!

Hadi ngambil laptopnya dan nyolokin modem langsung nyalain GPS via satelit. tak satupun satelit ditemukan, jadi kita bener-bener blank waktu itu. ikuti apa kata hati aja.

untunglah satu jam kemudian kita nemuin jalan raya. Jalan utama Lamongan. Terima kasih ya Allah... Terima kasih Tuhanku... Akhirnya kita bisa pulang... Akhirnya kita bisa tahu bahwa suatu saat kita ga perlu lewat situ lagi... Akhirnya kita bisa tahu bahwa Teknologi diciptakan untuk mempermudah semua kesulitan kita... huhuhuhuhuhu... ToT

Kamis, September 17, 2009

Kamis, Agustus 20, 2009

all now start again in many times...

ok... aku akuin dah lama aku ga posting.. jujur, males juga bikin tulisan warna-warni. ada yang bilang "Bay... blog lo bukan bikin gw terhibur malah bikin mata gw belekan...!!!" ,"Anjis... kampret dah...". ok.. kadang kejujuran mereka yang baca blog-ku bikin aku seneng dan ada kalanya bikin aku emosi.. but all it's fine... not bold (apaan seh...!!!)

lama ga posting bikin isi kepalaku mengkeret. udah ga ada bunyi kreyot-kreyot lagi kayak dulu.. yang ada malah bunyi kluthuk-kluthuk... tanda isinya cuma segede kacang, gak berkembang.

selama beberapa bulan ini aku bukan bersembunyi, melainkan semedhi di tempat lain, mencoba wordpress dan twitter. dasar katrok, aku baru mencoba 2 hal tersebut akhir-akhir ini (akhirnya jujur kalo nyobanya baru akhir-akhir ini dan bukan beberapa bulan lalu).

akun wordpress sekarang udah punya, isi dari blok-ku di wordpress padet banget sampe susah bacanya sangking tulisannya mikro (baca:KOSONG). bingung mau ngisi itu blog dengan apaan. ga ada materi yang bikin aku greget untuk mengisi blog baru ini. ada beberapa orang yang kasih saran bahwa blog baru ini dikasih materi-materi kuliahku aja. tapi itu sarang yang sedikit menjebakku. dia mau tahu sedalam apa pengetahuanku. kancut...!!! dalam sejarahku, kuliah sampe selama ini aku gak punya buku sama sekali. ilmu yang kudapat cuma 10% yang mengisi otakku yang volumenya segede upil cacing. kalo ditanya tentang tugas kuliah atau semacamnya, aku cuma hah-hoh aja.. clingukan kiri kanan dan mencoba mencari babi terbang sesuai saran bang Dika.

dan sebelum aku akhiri postingan kali ini, aku ingin mengucapkan terima-kasih kepada teman-teman yang masih saja mengikuti blog-ku ini meskipun sudah libur posting selama beberapa abad. trus apa lagi ya... hmmm.. oh iya.. mulai sekarang blog-ku udah ga bertulisan warna-warni lagi lho...!! buat yang tadinya belekan liat tulisan warna-warni sekarang bisa bernafas lega dengan matanya (nafas kok pake mata, yang ada nafas itu pake pantat). ok.. dengan ini blog kembali aktip (pake P) lagi... terima kasih dan wassalam..

Minggu, Mei 17, 2009

karma... hahahahahaha....

udah sebulan ga posting, pusing juga akhirnya. ternyata selama sebulan lebih ga posting bikin semua pengalaman hidup jadi numpuk dan campur aduk. mau diceritain malah kayaknya di kepala ceritanya nabrak-nabrak. ok.. aku coba mengingat-ingat beberapa. hmmm mulai dari mana ya...

ok. aku mulai dari kegiatan camping dan hunting di pulau sumbermanjing kab Malang sekitar bulan april lalu. waktu itu memang agenda kegiatan dari kpfa+ yang mana aku juga termasuk di dalamnya. karena dah keseringan hunting di gunung dan di tempat keramaian yang lain, kali ini kpfa+ mencoba mencari objek baru, bukan baru sih, tapi pas kebetulan aja temen-temen pengennya ke pantai. biasanya pulau sumbermanjing dipanggil dengan sebutan pulau Sempu. ada sebuah pantai disana yang terlindungi oleh karang-karang yang tinggi sehingga airnya cukup tenang meskipun letaknya menghadap pantai selatan. kalo udah pernah liat film the beach yang diperankan oleh saya sendiri, eh maap.. maksudku Leonardo Dicaprio, pantai sendang biru mirip seperti pantai yang ada di film the beach. keren banget lah pokoknya...

ok, lajut deh ceritanya. intinya di pantai tersebut susah untuk dijangkau. musti ada pengorbanan yang berat yaitu berjalan lintas hutan yang ternyata masih perawan.. ehem... iya deh... katanya masih perawan, ga tau lagi kalo udah dijajah pria-pria hidung belang sebelah... hahahaha. saking susahnya tempatnya, disana ga ada yang jual makan, minum dll, bahkan juga ga ada kamar mandi.

ceritanya berawal di hari ke dua di pantai tersebut. sore hari air laut dah mulai surut begitu pula dengan air dalam botol minum. dah mulai habis dan mau nyari sumber air juga musti ke hutan. matahari udah condong ke barat meskipun waktu itu aku juga ga tau arah barat sebelah mana, yang pasti matahari udah tertutup salah satu bukit yang ada disana. masih inget Izal? adikku yang satu ini juga aku ajak untuk hunting di sempu. mengingat dia juga ikut club fotografi. bedanya, aku ikut club foto kamera SLR, Izal ikut club foto kamera lomo.

Sore itu Izal udah panik nyari tempat buat buang hajat. kalo ke hutan pasti udah gelap dan konon katanya kalo udah mulai gelap banyak hewan liar yang mulai keluar dari tempat persembunyiannya, termasuk harimau dan ular yang segede paha emak-emak. pas waktu acara bakar ikan, izal udah tak tampak dari pandangan mata. mungkin dia udah ngumpet entah dimana buat hajatan di tengah entah berantah.

singkat cerita, esok harinya kita sepakat buat bongkar tenda pagi biar bisa pulang dengan segera. sebelum pulang, aku pengen sekali lagi merasakan nikmatnya berenang di pantai tersebut. itung-itung salam perpisahan dan berharap berjumpa lagi di lain kesempatan.

dalam perjalanan pulang, izal cuma cengar-cengir aja liatin aku pulang cuma pake boxer dan kaos padahal naik motor. secara udah ga punya celana kering, celana yang ada aku pakai aja, itung-itung sambil keringin boxer. tiba-tiba izal cerita.

"Mas... tadi tau ga kenapa kok aku ga mau ikut berenang sebelum pulang?"
"Knapa? udah ga punya boxer lagi ta?"
"Itu juga sih.. tapi ada satu alasan penting lainnya..."
"Apa?"
"Mas bayu tadi berenang tepat di tempat aku boker tadi sore..hahahahahaha...!!!!"
"APA...??? AAARRRRGGHHHH....!!!!!!"

Ternyata izal boker di karang-karang dimana aku berenang di situ. pemandangan karang laut di situ cukup bagus, tapi kalo ditilik lagi dari sejarahnya beberapa jam sebelumnya, karang tersebut jadi jelek. sumpah... jadi ga enak makan aku... kancuuuttt...!!!!

well... mau gimana lagi, toh aku udah terlanjur berenang di situ. okeh...!! aku ga bisa bales.. kali ini aku kalah sama izal.. biar alam yang membalas.

beberapa hari kemudian, izal ikutan downhill sama tetangga-tetangga sekomplek. komplek perumahan kita emang punya hobi yang sama. downhill. singkat cerita, waktu itu izal dan temen-temen seumurannya yang juga temen kompleknya itu udah bawa minum di botol masing-masing. tapi alangkah terkejutnya waktu itu dia liat ada sebuah pancurang air yang jernih dan dingin. salah satu temennya cuci muka disitu dan katanya sueger banget. izal memutuskan untuk membuang air di botol yang tinggal separuh itu dan menggantinya dengan air di pancuran tersebut. mengingat sejarahnya waktu camping di sempu kita sama-sama minum air mentah dan air ujan yang dikumpulkan di terpal, maka izal kali ini jadi terbiasa minum air dari alam ketika keadaan terdesak. setelah diminum, air tersebut emang seger banget, meskipun ada beberapa mahluk kecil-kecil di air tersebut, tapi izal tetep merasa air tersebut lebih seger daripada air di dalam botol.

belum sempet izal dan rombongannya meninggalkan pancuran tersebut, tiba-tiba terdengar suara tawa bapak-bapak dari atas tempat itu. setelah dilihat, ternyata rombongan bapak-bapak mencuci kaki di sungai kecil yang airnya mengalir menuju pancuran tadi. nampak sudah beberapa bapak-bapak telah selesai mencuci kakinya.

"JADIII...??? INI TADI AIR CUCI KAKI DARI BAPAK-BAPAK ITU...???? AAARRRGGHHHHH....!!!!!!" kata izal dalam hati.

Hahahahahaha.... alam memang tak akan diam. dan alam juga telah membalas kekejaman izal yang telah berdiam diri tak memberitahuku tentang tempat berenang yang jadi jamban pribadinya itu. hahahaha... jadi mohon diingat, KARMA MEMANG ADA DI KEHIDUPAN KITA, ENTAH ITU DARI ORANG LAIN ATAU DARI ALAM. JADI WASPADALAH.. WASPADALAH.....!!!! HAHAHAHAHAHAAA....!!!!

Selasa, Maret 24, 2009

antara aku, izal dan gadis odong-odong

Pagi ini aku bangun, tiba-tiba aja kepala pusing. ga tau salah posisi bantal atau kualat sama diri sendiri yang semalem aku udah janji mau posting malah lebih memilih kasur untuk dijadikan tujuan mengakhiri hari, dan sebutir panadol + brownies harus ditelan bareng buat mengobati sakit kepala yang udah gak nahan ini.

well.. dari pada semakin hari semakin lupa, aku tulis aja pengalamanku waktu beberapa hari di jakarta. dimulai dari keberangkatan yang naik bis jahanam bin lemot kayak naik bis taman safari. beuh..

Aku berangkat ke jakarta kali ini sama sekali gak ada persiapan. jam 2 sing di telp bos disuruh ke Jakarta dan berangkat hari ini juga. karena waktu itu aku ada tanggungan tugas, aku selesein dulu sampe jam 3 sore. trus surve tiket ke jakarta. mulai dari kereta gajayana yang ternyata berangkat dari malang jam 4.15, trus tetep nekat pengen naik gajayana lewat surabaya ternyata jem 5 sore berangkat dari sono. jah.. mana bisa packing aku..??

dilanjutkan dengan tiket Sriwijaya. ada sih, tapi flight jam setengah dua siang besoknya. walah.. naik bis malem ternyata juga habis. akhirnya naik bis biasa lewat surabaya. itulah sebabnya aku ga jadi naik bis malem malah dapet bis kalem kayak main ketoprak. berangkat dari malang jam 7 malem eh malah nyampe rumah di Jakarta juga jam 7 malem, buset dah..24 jam di bis. pantat berasa meleleh di kancut... Aaaaarrggghhh...!!!!

Belum sampe di Jakarta aku udah dapet kabar kalo ada sodara yang meninggal. pas banget jadinya ada di sana. tapi rencana yang tadinya cuma sehari jadi molor mpe 3 hari. trus nginep di tempat om. pengennya nginep di kantor om aja di wisma BNI 46 tapi ternyata ada peraturan bahwa orang gila dilarang menginap. jadi aku urungkan aja niat buat nginep.

Hidup di rumah yang ada anak kecilnya pertama-tama menyenangkan. bayangin aja, ada anak kecil usia 10 bulan pas lagi lucu-lucunya tiap pagi bangunin aku. pipinya masih gendut pengen nyubit. trus bawaannya pengen gendong terus tapi dianya yang jijik sama aku. ok..fine...

Namanya Maydeline. panggil aja Delin ato Elin. Anak pertama dari buah kegiatannya sama istrinya. hahahahaaa... kegemaran Elin yang paling utama ternyata dengerin musik. tiap di setelin musik dia manggut-manggut. kalo bisa goyang patah-patah mungkin dia udah belingsatan di ruang tamu. untung aja dia belum bisa. jadi aku gak perlu liat adegan serem di tempat itu. adikku si Izal juga ga ada sopan santunnya. anak masih 10 bulan ini dicekokin lagu band indie Begundal Lowokwaru. kalo dari namanya, tau lah lagunya kayak apa. tapi intinya bukan konsumsi untuk anak segede upil itu. di setel di portabel cd player trus headsetnya di pasang di kuping Elin. bukannya histeris denger lagu serem gitu malah manggut2 trus pengen ngebland, tapi sayangnya kita semua ga ada yang punya turn table.



gadis Odong-odong is listen to Begundal Lowokwaru's song..


Pagi terakhir di jakarta kita ke makam sodara. mastiin apakah rumputnya udah terpasang apa belom. naik mobil istimewa kududuk di mukanya Izal.. gak.. aku sama Izal duduk di belakang. yang depan itu mbak Yola, istri om. Jakarta pas weekend rame banget. aku kira cuma hari-hari ngantr aja yang macet, tapi sabtu juga macet. Om sepakat lewat jalan tikus buat nyari shortcut malah dapetnya jalan yang banyak lubangnya. lumayan panjang itu jalan. dan ternyata oh ternyata, Elin mulai gerah di mobil. belingsatan ga karuan pengen segera disko-disko gambreng. daripada Elin nangis, Om setel aja kaset Favorit Elin. DJ Mix Odong-odong. hiyyaaaaa.... ternyata selain nendang tititnya Izal, Elin juga punya hobi lain. naik Odong-odong dan addicted banget sama mainan begituan. Arrrgghhhh....!!! so, aku n Izal di mobil ga berasa naik mobil. mobil goyang kiri-kanan + lagu odong-odong. KITA BERASA NAIK ODONG-ODONG.... Aaaarrrghhh....!!!!! "mayday..mayday... looking for headset.. safe your ear.. save your ear...!!!"


ini yang namanya Elin, pake topi grup band indie favoritnya


selidik punya selidik, ternyata wetonnya Elin kamis legi, pas banget sama lahirnya odong-odong di muka bumi Indonesia. sampe pernah dia hampir bikin kakinya tukang odong-odong gempor dan ga mau turun dari mainan begituan. bukannya dapet diskon malah papinya yang ngasih tip ke tukang odong-odong buat beli parem kocok biar kakinya gak bengkak.

Untung aja pulangnya dapet tiket Gajayana. gak perlu lagi berasa naik bis taman safari, taman lawang ato apalah itu. dan yang paling penting, gak berasa naik odong-odong... oh God..

Selasa, Maret 17, 2009

Jogja #2 : nasi sarden+es teh

Kalo udah baca postinganku sebelumnya, berarti tau kalo aku sebelumnya main ice skating. main pleset-plesetan begonoan bayar 26 rebu. bayar cuma buat diketawain orang-orang yang lebih memilih lihat dari luar, gak mau ngrasain akrobatan di atas es. kancuuuutt...!!!

Malemnya makan sama Irma di cafe deket jalan Kaliurang. deket UGM. kali ini Irma yang bayar. mayan, bisa ngirit tapi makan enak. Pulang dari makan malem langsung ke kost. agendanya tetep sama. ngopi. slogan mereka masih sama. SELAMATKAN ANAK BANGSA DARI KEKURANGAN NGOPI..!!! yep.. penting banget kayaknya.

Malem itu aku mulai merasakan dompetku berangsur-angsur menipis. so, pesen kopi item aja cukup. 1500 aja. pulang dari situ anak-anak melekan nonton bola di kost sampe pagi. aku juga jadi ikut melek-an. perut agak laper dan aku putusin buat ke kayungyun deket situ. kagetnya aku sekarang ada menu baru selain bubur kacang ijo dan mi instan. nasi telor dan nasi sarden yang dulunya gak ditawarkan di kayungyun yang itu. wah.. lumayan. aku pesen nasi sarden dan teh anget sambil buka fesbuk di HP. lumayan sambil chatingan sama temen-temen yang masih hidup di jam 4 pagi sambil menikmati nasi sarden. nasi sarden=3500, teh=1000.

Semenjak saat itu aku mulai mengurangi kegiatan keluar kost. cukup di kost aja sambil becandaan sama temen-temen kost. sore main futsal dan pulangnya makan nasi sarden dan es teh+es nutrisari. sumpah, haus banget. malemnya ngopi dan tetep kopi item jadi pilihan utama. lalu dilanjutkan ke kayungyun dengan menu yang sama, nasi sarden dan teh anget+fesbuk di HP.

Besoknya hari terakhir di Jogja. aku putuskan itu hari terakhir karena duit tinggal 100 rebu. itupun harus bisa pulang, beli oleh-oleh, dan makan. Pagi aku pilih buat mlungker di kost aja, siangnya makan nasi sarden dan malemnya aku beli oleh-oleh. bakpia+yangko Mino. beli di daerah Minomartani. bakpia+yangko = 19500.

Malemnya karena aku ngrasa ini malem terakhir di Jogja, aku coba memanjakan lidah dan perutku. aku makan nasi sarden dan es teh. kali ini aku nambah nasi sarden sepiring lagi. trus biar lebih puas lagi aku nambah krupuk. rasanya mak nyus banget.

Paginya aku mau pulang. liat dompet ternyata baru nyadar kalo duitku kurang. tinggal 60 rebu. lah... gimana ini aku pulangnya...??? aku ga boleh panik di depan anak-anak. stay chill kata Cinta Laura. aku bilang aja pulangnya agak siangan. aku nyadar kalo duit baru cair dari bikin iklan besok lusa. trus bikin desain neon box masih belom jelas cair kapan. di ATM duit ga bisa di tarik karena limitnya ga nyampe. bingung...bingung...

Tiba-tiba aja aku ketolong sama temenku si Brewok.
"Bay.. aku titip bayar uang kost ya.." kata Brewok. Brewok temenku dulu kuliah di Jogja dan sekarang kost di Malang untuk nyari kerja. Syukur deh.. ketolong aku. bisa pake duit itu buat bayar bis.
"sep wes...!!!" padahal di dada rasanya deg-deg ser takut ga bisa pulang. mau lebih lama lagi di Jogja tapi pekerjaan di Malang udah menanti. makan buah simalakama rasanya.

Pesan Moral :
- Lihat isi dompet anda sebelum melakukan perjalanan luar kota.
- siapkan untuk ongkos perjalanan dan biaya hidup anda.
- jangan kalap dan membuat anda bisa memanjakan perut di saat dompet tipis.
- carilah kayungyun yang ada di sekitar anda sebagai alternatif tempat makan anda.
- jangan lupa, kumpulkan recehan kembalian.
- selamat liburan.